http://mysite.org/download/myfile.c C LGPL http://mysite.org/download/myproject.tgz archive Apache packagemap.xml

CMTC

WORKSHOP SEFT

TARIKH : 18 JUN 2011

MASA : 8.30 PAGI – 11.30 PAGI

TEMPAT : BILIK SEMINAR, KOMPLEKS DAGANGAN MAHKOTA,BANDAR INDERA MAHKOTA, KUANTAN

Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT®)

APA ITU SEFT?

SEFT merupakan teknik pengembangan diri yang menggabungkan 14 teknik terapi (termasuk kekuatan spiritual) untuk mengatasi pelbagai masalah fizikal, emosi, fikiran, sikap, motivasi, tingkah laku, dan ‘peak performance’ secara cepat, mudah & universal.

Gabungan 14 teknik terapi yang termasuk dalam SEFT adalah:
1. NLP – Neuro Linguistic Programming
2. Behavioral Therapy
3. Psychoanalisa
4. Logotherapy
5. EMDR – Eye Movement Desensitization Reprocessing
6. Sedona Method
7. Ericksonian Hypnosis
8. Sugesty & Affirmation
9. Visualization
10. Provocative Therapy
11. Transcedental Relaxation & Meditation
12. Gestalt Therapy
13. Energy Therapy
14. Powerful Prayer

SEFT dapat digunakan untuk:

• Mengatasi pelbagai masalah fizikal dan emosi dalam waktu 5-50 minit
• Meningkatkan prestasi dan hasil kerja dengan “SEFT for Peak Performance”
• Meningkatkan keberuntungan dengan “The Luck Factor”
• Meraih apa yang kita inginkan dengan “Deep SEFT”
• Mencapai “Total Success” dengan “The Holistic Person Empowerment System”
• Meraih kedamaian hati dengan “Personal Peace Procedure”
• Meraih kebahagiaan dengan “LoGOS Spirit”

PENERAPAN SEFT DALAM PELBAGAI BIDANG

1.    Individu – Pengembangan diri, menyelesaikan pelbagai masalah emosi, fizikal mahupun spiritual dalam masa yang pantas (kiraan minit)

2.    Keluarga – Hubungan suami isteri, dan mengasuh anak-anak & Funtastic Family

3.    Sekolah / IPT – Untuk guru-guru, pensyarah, pelajar & mahasiswa menyelesaikan permasalahan mereka

4.    Organisasi – Peningkatan prestasi pekerja, menguruskan konflik & stress, Team Work & Leadership

5.    Perniagaan – Entrepreneurship, Sales & Peak Performance

6.    Olahraga & Seni – Membentuk Mental Juara

7.    Training, Coaching, Kaunseling & Terapi – Teknik yang simple & mudah digunakan oleh semua orang

Kemuliaan Taat Kepada Ibu

Suatu saat Rasulullah saw bercerita kepada para sahabat, “Sungguh, kelak ada orang yang termasuk tabi’in terbaik yang bernama Uwais. Dia memiliki seorang ibu, dan dia sangat berbakti kepadanya. Sehingga, kalau dia mau berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Dia punya sedikit bekas penyakit kusta. Oleh karena itu, perintahkan dia untuk berdoa, niscaya dia akan memintakan ampun untuk kalian.” (HR Muslim).

Bernama lengkap Uwais Al-Qarni, ia tinggal bersama ibunya di negeri Yaman. Setiap hari ia menggembalakan haiwan milik orang lain. Upah yang diterimanya cukup untuk menampung hidup bersama ibunya. Bila ada kelebihan dari upahnya itu terkadang ia berikan kepada tetangganya yang kekurangan.

Ia termasuk orang yang taat beribadah, selalu menjalankan ajaran yang dibawa Rasulullah Saw. Ia punya suatu keinginan yang belum terlaksana sejak lama yaitu bertemu dengan Rasulullah Saw. Keinginan itu kian memuncak setiap kali melihat tetangganya yang baru pulang dari Madinah dan sempat bertemu Rasulullah saw. Tetapi apa daya, ibunya sudah tua  dan sangat lemah. Ia begitu menyayanginya sehingga tak sanggup meninggalkannya sendiri.

Semakin hari kerinduan bertemu Rasulullah saw berkobar-kobar. Ia sangat gelisah mengingat-ingat itu. Suatu hari kerinduannya tak tertahan lagi, ia memberanikan diri mengungkapkan perasaan itu kepada ibunya. Mendengar curahan hati anaknya, ibunya terharu, ia pun diizinkan menemui Rasulullah saw.

Namun kerinduan itu tak sempat terubati karena saat ia datang, Rasulullah saw sedang tak berada di rumah. Ingin sekali ia menunggu, tetapi ia teringat pesan ibunya untuk segera pulang. Ia pun memilih taat ibunya dan segera memohon diri pada ‘Aisyah.

Ketika Rasulullah Saw kembali, beliau menanyakan tentang seseorang yang mencarinya. ‘Aisyah menjelaskan kedatangan Uwais. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan Uwais yang taat pada ibunya itu penghuni langit. Rasulullah Saw meneruskan keterangan tentang Uwais kepada para sahabat. Seraya memandang Ali dan beliau mengatakan, “Suatu ketika jika kalian bertemu dengan Uwais mintalah doa dan istighfar darinya.”

AMALAN SEDEKAH

Dari Abu Hurairah RA, bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW, telah bersabda: “Bila seorang hamba telah meninggal, segala amalnya terputus, kecuali tiga perkara : amal jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendo’akannya” (HR. Bukhari).

SADAQAH JARIAH – KEBAIKAN YANG TAK BERAKHIR

  1. Berikan Al-Quran pada seseorang, setiap saat Al-Quran tersebut dibaca, anda mendapatkan kebaikan.
  2. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, anda mendapatkan kebaikan.
  3. Sumbangkan kerusi roda ke rumah sakit dan setiap orang sakit menggunakannya, anda mendapatkan kebaikan.
  4. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau haiwan berlindung dibawahnya atau makan buahnya, anda dapat kebaikan.
  5. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
  6. Berkongsi bahan bacaan yang bermanfaat dengan seseorang.
  7. Libatkan diri dalam mendirikan masjid.
  8. Memberi CD Quran atau Do’a.
  9. Bantulah pendidikan seorang anak.
  10. Berikan pengetahuan ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat kebaikan sampai hari Qiamat.

Keutamaan Surat Al-Ikhlas

Hadis riwayat Anas bin Malik, menyatakan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas satu kali, seolah-olah dia membaca sepertiga Quran. Barangsiapa membacanya dua kali, seolah-olah dia membaca dua pertiga Quran. Barangsiapa membacanya tiga kali, seolah-olah dia membaca Quran seluruhnya. Dan barangsiapa membacanya sepuluh kali, dibina Allah untuknya sebuah rumah dalam surga terbina dari permata ya’kut yang berwarna merah.”

Pada suatu hari seorang laki-laki melaporkan halnya kepada Rasulullah Saw tentang kesusahan hidup yang dideritanya. Ia mohon supaya diajarkan amalan singkat untuk menghilangkan kesempitan hidup itu. Maka Rasulullah Saw menyuruhnya supaya setiap kali masuk ke rumah sendiri, memberi salam kemudian membaca surat Al-Ikhlas tiga kali. Jika rumah kosong tidak ada orang di dalam, maka memberi salam kepada Rasulullah SAW kemudian sambil melangkah masuk dibaca tiga kali surat Al-Ikhlas. Laki-laki itupun mengamalkannya, alhamdulillah lapang rezekinya, melimpah sampai kepada jiran tetangganya.

Rasulullah Saw bersabda yang maksudnya :” Barangsiapa membaca surat Al-Ikhlas pada sakit yang membawa kepada kematiannya, nescaya mayatnya tidak busuk dalam kubur, hadis lain menyatakan tidak terfitnah dalam kuburnya, aman dari kesempitan kubur, dan para Malaikat akan membawanya dengan sayap-sayapnya melalui titian shirotol mustaqim sampai ke syurga.”

Utusan Malaikat Maut

Dikisahkan bahawa malaikat maut bersahabat dengan Nabi Ya’qub as. Pada suatu hari ketika Nabi Ya’qub berkata kepada Malaikat maut, ”Aku menginginkan sesuatu yang harus kau penuhi sebagai tanda persaudaraan kita”.

“Apakah itu?” Tanya Malaikat maut.

“Jika ajalku telah dekat, beritahulah aku!” pinta Ya’qub as.

Malaikat maut berkata, “Baik, aku akan memenuhi permintaanmu, aku tidak hanya akan mengirimkan satu utusanku, namun aku akan mengirim dua atau tiga utusanku”.

Dan setelah mereka bersepakat, kemudian mereka berpisah. Setelah beberapa lama malaikat maut kembali menemui nabi Ya’qub. Kemudian nabi Ya’qub bertanya, “Wahai sahabatku, apakah engkau datang untuk berziarah atau mencabut nyawaku?”

“Aku datang untuk mencabut nyawamu” Jawab malaikat maut.

“Lalu di mana ketiga utusanmu?” tanya Nabi Ya’qub As.

“Sudah ku kirim” jawab malaikat maut, “Putihnya rambutmu setelah hitamnya, lemahnya tubuhmu setelah gagahnya, dan bongkoknya badanmu setelah tegapnya. Wahai Ya’qub, itulah utusanku untuk setiap Bani Adam.”

Program CMTC

Bersama Warden Penjara

Bersama Guru

Bersama Ustaz Sharhan

Bersama Guru Cemerlang

Bersama Pelajar Cemerlang

KELEBIHAN SALAWAT

Bahawa sesungguhnya ada sorang wanita telah datang menemui Hasan al Basri seraya berkata:  Ya Syeikh, sesungguhnya saya mempunyai anak gadis yang telah meninggal dunia, sedangkan saya ingin mengetahui keadaanya melalui mimpi, maka ajarkanlah kepada saya suatu cara khusus, supaya saya dapat melihatnya”.  Maka beliau mengajarkan kepadanya salawat Nabi Muhammad Sallallahu AlaihiWasallam.

Kemudian dia dapat melihat  anak gadisnya dalam mimpinya, dan anak gadisnya itu mengenakan pakaian dari api neraka,  kedua kakinya terikat denhgan tali dari apai neraka.  Maka dia terbangun lalu pergi kepada Hasan al Basri sambil menangis dan menyampaikan apa-apa yang telah dilihatnya dalam mimpinya itu.

Hasan al Basri pun turut menangis demikian juga para sahabatnya.  Kemudian berselang beberapa waktu:  Hasan al Basri bermimpi melihat anak gadis itu sudah berada dalam syurga di peraduannya di atas kepalanya mengenakan makhkota yang terang benderang yang menerangi apa-apa yang ada di Barat dan Timur.

Anak gadis itu berkata: Ya Syeikh, tahukan engkau siapa saya?”.  Kata Hasan: “Tidak”.  Kata anak gadis itu:  Sayalah anak gadis dari wanita yang telah engkau ajarkan salawat kepadanya”.

Hasan al Basri Rakhimahullah berkata:  “dengan sebab hal apa engkau memperolehi kedudukan ini”.  Kata anak gadis itu: “Ya Syeikh, telah lalu seorang lelaki, kemudian membaca salawat untuk Nabi Muhammad Sallallahu AlaihiWasallam sekali dan pahalanya untuk kami semua. Dan di perkuburan ini ada 550 orang yang diseksa, lalu ada suara yang mengatakan;.  Bebaskanlah mereka itu dari seksanya oleh sebab berkatanya salawat dari orang lelaki itu untuk Nabi Muhammad Sallallahu AlaihiWasallam.

TANGAN YANG DIATAS LEBIH BAIK DARI TANGAN YANG DIBAWAH

Ibrahin bin Adham telah bertemu dengan Syaqiq al Bakhli di Makkah lalu Ibrahim bertanya kepadanya: “Apa urusan mu yang membawamu kesini”.  Syaqiq menjawab: “Aku telah berjalan – jalan di beberapa kawasan tanah lapang lalu aku dapati seekor burung yang patah kedua sayapnya di sebidang tanah.

Aku pun berkata pada diriku:  “Aku nak lihat dari mana didatangkan rezeki burung ini.  Aku pun duduk beralaskan sepatu.  Tiba-tiba aku melihat seekor burung lain menghampiri, dimuncungnya ada seekor belalang lalu ia memasukkan belalang yang dibawanya ke muncung burung yang patah sayapnya tadi.

Hatiku berkata:  Sesungguhnya Tuhan yang menetapkan perlakuan ke atas burung ini kepada burung yang satu lagi. Berkuasa untuk memberikan ku rezeki di mana jua aku berada.  Maka aku pun meninggalkan berpenat lelah, dan memenuhi masaku untuk beribadat”.

Ibrahim bin adham bertanya pula” “Mengapa tidak anda mencontohi burung yang sihat yang memberi makan burung yang sakit supaya anda menjadi lebih utama daripadanya?.  Tidakkah anda pernah mendengar sabda Nabi Muhammad Sallallahu AlaihiWasallam . “Tangan yang di atas lebih mulia daripada tangan yang di bawah”.  Dan di antara tanda-tanda orang mukmin adalah mengharapkan setinggi-tinggi darjat dalam semua urusannya dan akal pekerjaannya sehingga ia sampai ke darjat orang-orang yang soleh”.

Mindahebat - Creative Mind Training & Consultanct